Sabar dan Syukur dalam Menghadapi Ketetapan Allah

Oleh: Erwin Kusumastuti, S.Th.I., M.Pd.

Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur

Hidup di dunia adalah rangkaian ujian dan karunia. Ada kalanya kita dihadapkan pada musibah yang menyakitkan, dan ada kalanya kita menikmati nikmat yang membahagiakan. Dalam dua keadaan tersebut, Islam mengajarkan dua sikap utama yang menjadi tanda keimanan sejati yaitu: sabar dan syukur.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ ✾ سورة الحديد ٢٢

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauḥul Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Ayat ini menjelaskan bahwa segala musibah dan kejadian telah tertulis dalam catatan Allah jauh sebelum kita mengalaminya. Ini adalah bentuk takdir yang harus kita hadapi dengan sabar, karena semuanya bukan terjadi secara kebetulan, melainkan atas kehendak dan kebijaksanaan Allah.

Kemudian Allah melanjutkan dalam ayat berikutnya:

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا۟ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا۟ بِمَآ ءَاتَىٰكُمْ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ✾ سورة الحديد ٢٣

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Ayat ini mengajarkan agar kita tidak berlebihan dalam berduka atas kehilangan, dan tidak terlampau membanggakan diri ketika mendapatkan nikmat. Di sinilah letak pentingnya syukur atas nikmat yang diberikan dan sabar atas ujian yang menimpa. Dua sikap ini akan menjaga hati seorang hamba tetap lurus di jalan Allah, tidak hancur oleh kesedihan dan tidak lalai oleh kesenangan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ المُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ✾ رواه مسلم ٢٩٩٩

“Sungguh menakjubkan urusan orang iman. Sesungguhnya semua urusannya adalah kebaikan. Jika mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan itu baik baginya. Dan jika ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan itu pun baik baginya.”

Hadits ini merupakan dasar yang sangat kuat tentang pentingnya sikap sabar dan syukur dalam menghadapi semua ketetapan Allah.

Inilah keindahan Islam. Seorang mukmin selalu dalam keadaan baik, karena dia tahu bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah. Dengan iman kepada takdir, dia mampu menjaga hati tetap tenang dalam badai cobaan dan tetap rendah hati dalam gelombang nikmat.

Sabar dan syukur adalah dua pilar penting dalam menjalani kehidupan. Keduanya adalah tanda orang yang mengenal Tuhannya, ridha terhadap ketetapan-Nya, dan yakin bahwa di balik segala peristiwa ada hikmah yang indah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar ketika diuji dan bersyukur ketika diberi Aamiiin.

About the author
sangguruid

Tinggalkan komentar