Oleh: Erwin Kusumastuti, S.Th.I., M.Pd.
Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur
Hujan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang patut kita syukuri, bukan cela. Turunnya hujan membawa banyak kebarokahan bagi makhluk hidup di bumi. Dalam Al-Qur’an, Allah sering menyebut hujan sebagai rahmat dan kehidupan:
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكًا ✾ سورة ق ٩
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah.”
- Hujan Adalah Rahmat, Bukan Musibah
Kadang kita mengeluh saat hujan turun karena merasa terganggu aktivitasnya. Padahal, hujan adalah rahmat yang mendatangkan kehidupan pada bumi yang tandus. Tanaman tumbuh, hewan ternak mendapat minum, dan udara menjadi sejuk. Nabi Muhammad ﷺ ketika turun hujan justru berdoa:
“اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا” ✾ رواه البخاري
“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.”
Dengan doa ini, kita diajarkan untuk berharap kebaikan dari setiap turunnya hujan, bukan mencelanya.
- Hujan Waktu Mustajab Doa
Di antara waktu-waktu mustajab untuk berdoa adalah saat hujan turun. Ini adalah momen langka yang sering kita sia-siakan. Rasulullah ﷺ bersabda:
اثنتانِ ما تُرَدَّانِ: الدُّعاءُ عند النداءِ، وتحتَ المطرِ ✾ رواه ابو داود
“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa setelah adzan dikumandangkan dan saat hujan turun.”
Maka alih-alih mengeluh, perbanyaklah doa saat hujan, karena bisa jadi itulah saat terkabulnya harapanmu.
- Ujian dalam Hujan: Tetap Bersyukur
Memang tidak dipungkiri, kadang hujan membawa banjir atau kesulitan. Namun, semua itu bukan karena hujan salah, melainkan karena ulah manusia yang tidak menjaga alam. Jika kita menjaga lingkungan, maka hujan akan tetap menjadi barokah, bukan bencana.
Allah tidak menurunkan sesuatu tanpa hikmah. Bisa jadi Allah ingin membersihkan dosa-dosa kita melalui kesulitan yang datang bersamaan dengan hujan. Maka bersabarlah, karena sabar dalam musibah mendatangkan pahala yang besar.
- Jangan Cela Hujan, Cela Diri Sendiri yang Kurang Bersyukur
Mencela hujan berarti mencela ciptaan Allah. Padahal, sebagai hamba yang beriman, kita diajarkan untuk bersyukur atas segala takdir Allah, termasuk hujan. Rasulullah ﷺ bersabda:
“لا تسبوا الريح، فإذا رأيتم ما تكرهون فقولوا: اللهم إنا نسألك من خير هذه الريح، وخير ما فيها، وخير ما أرسلت به…” ✾ رواه الترمذی
“Janganlah kalian mencela angin. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak kalian sukai, maka berdoalah…”
Jika angin pun tak boleh dicela, maka hujan lebih utama untuk dihormati sebagai rahmat Allah.
Penutup :
Hujan adalah titisan rahmat dari langit. Di dalamnya terdapat kehidupan, kebarokahan, dan pengabulan doa. Jangan sampai keluhan dan celaan kita menghapus rasa syukur atas karunia-Nya. Saat hujan turun, bukalah payung kesabaran dan tutup mulut dari keluhan. Karena siapa tahu, di balik rintiknya, Allah sedang mengirimkan jawaban atas doa-doamu.